03 Agustus 2015

Yth Pelaku Curhat

Sejak awal penting sekali kamu jelaskan pada si pendengar agar mengerti apa yang sebenarnya kamu perlukan: Saran dan solusi dari masalah absurdmu atau hanya sebatas ingin didengarkan?

Kok gitu lho...

Otak manusia itu terbentuk dari jutaan sel-sel yang pengoperasiannya membutuhkan banyak energi. Adalah pemborosan yang menyedihkan sudah berlelah-lelah menyimak dengan serius, berpura pintar cari solusi, meramu penyampaian menggunakan bahasa yang kamu pahami, eh ternyata yang kamu perlu hanya sebuah pendengar yang tidak perlu punya pikiran.

Tapi kalau sebelumnya diberi tahu nanti tidak serius mendengarkan, takutnya sambil dengerin curhat aku malah dianya main game.

Ya kamu fokus melancarkan curhat saja, tak perlu perhatikan sambilan-sambilan yang bermunculan.

Tapi mendengarkan orang curhat disambi-sambi itu tak sopan,  nanti lost focus gagal menyimak clue penting tentang apa yang aku mau. Misal ingin diraba seperti apa atau ingin diapain bagaimana, atau maunya diajak ngapain dengan cara apaan gituuu.

Woooh, itu gampang. Sebelum kamu mulai curhat, kasih dia handout seperti di seminar-seminar jadul untuk dia baca sambil mendengar curhat. Pastikan handout tersebut padat dan to the point, sukur dilengkapi ilustrasi menggairahkan supaya langsung paham tanpa kebanyakan nanya.

Ga mau.

Baiklah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar