16 Agustus 2013

Menulis


"Guh, lu suka nulis jurnal?" Tanya seorang gadis secara tiba-tiba. Mengawali sebuah cerita kalau dirinya telah lama jadi malas update buku harian.

Yang dimaksud jurnal adalah buku harian fisik. Kertas dan tinta. Beliau melakukannya seperti para leluhur kita di zaman purba dulu :P

Mungkinkah sejak kenal saya jadi banyak hal yang tidak layak ditulis di buku tersebut? Ah, tentu tidak boleh kita bergunjing di sini. Apalagi kalau yang bersangkutan membaca, bisa-bisa saya ditimpa quota atau FUP. Lagian bukan itu inti update kali ini.

Lalu?

Ya.. Ditanya begitu saya jadi ingat kalau saya pernah bisa ngeblog. Pernah bisa nulis walau asal-asalan.

Jadi ingat ada yang pernah bilang bahwa kemampuan menulis itu bagaikan menggunakan otot. Kalau sering dipakai akan terlatih, kencang, seksi dan semakin efisien hingga semakin sedikit energi yang dibutuhkan untuk bekerja. Tapi kalau jarang dipakai akan kendur, menyusut, dan akhirnya dikanibal sendiri oleh tubuh karena disangka tidak diperlukan lagi.

Jadi ingat juga bahwa kegiatan menulis itu bisa menyenangkan. Memicu otak melepaskan hormon-entahapaitu yang memicu rileksasi dan rasa senang. Terlepas dari apakah ada yang membaca atau tidak.

Jadi ingin saya belajar menulis lagi. Mungkin di sini. Mungkin juga di tempat lain yang lebih anonim.

Jadi dengan ini saya ucapkan pada diri sendiri: selamat datang kembali, untuk yang kesekian kali di dunia tulas-tulis :D

Horee...

*tepuktanganbergemuruhdikhayangan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar