Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan

16 Agustus 2013

Menulis


"Guh, lu suka nulis jurnal?" Tanya seorang gadis secara tiba-tiba. Mengawali sebuah cerita kalau dirinya telah lama jadi malas update buku harian.

Yang dimaksud jurnal adalah buku harian fisik. Kertas dan tinta. Beliau melakukannya seperti para leluhur kita di zaman purba dulu :P

Mungkinkah sejak kenal saya jadi banyak hal yang tidak layak ditulis di buku tersebut? Ah, tentu tidak boleh kita bergunjing di sini. Apalagi kalau yang bersangkutan membaca, bisa-bisa saya ditimpa quota atau FUP. Lagian bukan itu inti update kali ini.

Lalu?

Ya.. Ditanya begitu saya jadi ingat kalau saya pernah bisa ngeblog. Pernah bisa nulis walau asal-asalan.

Jadi ingat ada yang pernah bilang bahwa kemampuan menulis itu bagaikan menggunakan otot. Kalau sering dipakai akan terlatih, kencang, seksi dan semakin efisien hingga semakin sedikit energi yang dibutuhkan untuk bekerja. Tapi kalau jarang dipakai akan kendur, menyusut, dan akhirnya dikanibal sendiri oleh tubuh karena disangka tidak diperlukan lagi.

Jadi ingat juga bahwa kegiatan menulis itu bisa menyenangkan. Memicu otak melepaskan hormon-entahapaitu yang memicu rileksasi dan rasa senang. Terlepas dari apakah ada yang membaca atau tidak.

Jadi ingin saya belajar menulis lagi. Mungkin di sini. Mungkin juga di tempat lain yang lebih anonim.

Jadi dengan ini saya ucapkan pada diri sendiri: selamat datang kembali, untuk yang kesekian kali di dunia tulas-tulis :D

Horee...

*tepuktanganbergemuruhdikhayangan

29 Oktober 2011

Tentang "Use It or Lose It" itu

Use it or lose it. Gunakanlah atau kau akan kehilangan.

Hukum nan klise itu berlaku atas segala yang "hidup".

Jika otot-otot manusia tak pernah dipakai, maka otak akan mulai "melupakan" pemeliharaannya. Nutrisi dan berbagai sumber daya yang tersedia akan dialokasikan ke organ lain yang lebih sering dipakai. Akhirnya otot yang jarang dipakai akan mengendur, menyusut. Pelan tapi pasti akan mengalami penurunan kemampuan.

Buktikan sendiri, beberapa minggu saja lengan seksi anda tidak dipakai, bentuknya akan mulai mengendur, jadi mirip seperti milik ibu-ibu pengajian. Sebulan tak sit up, perut akan mengendur, mungkin ditambah menggendud ke segala arah. Nasib yang sama juga menimpa otot-otot yang berurusan dengan aktivitas seksual, setelah puluhan tahun tak pernah digunakan. Hmm... Memikirkan yang satu itu malah membuat saya teringat plus berimajinasi yang bukan-bukan pada para perawan tua dan perjaka uzur yang hidupnya begitu suci hingga jangankan latihan bersama pacar, berswalayan pun tak berani.

Tak hanya otot yang materil. Iman yang ada di wilayah imajiner juga begitu. Agar senantiasa mampu setia dalam meyakini sesuatu tanpa bukti, kita perlu secara rutin dan repetitif melakukan doktrinasi terhadap diri sendiri. Sekian kali setiap hari, kita ulangi berbagai afirmasi yang dapat memelihara dan menyegarkan iman kita. Alpa menunaikannya akan mengakibatkan iman memudar. Apalagi jika logika kita terus berkembang. Tinggal menghitung waktu sebelum iman pergi dan meninggalkan kita hidup hanya mengandalkan akal. Amit-amit kan?

Skill. Kelihaian kita dalam melakukan sesuatu. Itupun jika lama tak digunakan bakal terlupakan. Seorang sembalap motor jejadian, jika terlalu lama tak menunggang motor, mungkin karena nyaman berkereta atau bermobil, saat kembali bermotor akan merasa kaku. Saat menyalip atau mengatasi ban slip akibat rem mendadak tak mungkin selincah saat masih sering naik motor.

Dan ini dia yang paling relevan: "Otot" untuk ngeblog juga pastinya senasib.

Semangat update, kreativitas, kelihaian menyiasati benwit hingga kemampuan mengubah pikiran menjadi tulisan, semua itu juga mirip otot yang jika lama ditelantarkan bakal mengendur. Makanya itu saya buat tulisan ini, hehe. Supaya tidak terlalu pudar. Semoga saja posting ini juga mampu mengintimidasi saya agar lebih rajin menulis..


Jadi, apanya sampeyan yang sudah lama tak dipakai?