Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

03 Juni 2012

3 Tips Jadi Perokok Keren

Kalau bisa berhenti konon lebih baik, tapi jika tidak mau atau belum waktunya berhenti, ya buat apa memaksa diri? Kita bisa kok merokok dengan cara yang keren.

Berikut ini tiga tips untuk jadi perokok keren yang jantan, seksi,  independen, setiakawan dan sukses. Persis sebagaimana tergambar di berbagai iklan rokok.
  1. Sebagai perokok, indera kita lebih awas dari non perokok. Manfaatkan kewaspadaan itu untuk menyadari, apakah di sekitar kita ada anak-anak, wanita hamil atau siapapun yang punya masalah jantung dan pernafasan. Kendalikan diri untuk tidak merokok di sekitar mereka.
  2. Rokok terbukti meningkatkan daya ingat dan daya nalar. Gunakan kelebihan itu untuk selalu ingat bahwa asap dapat bergerak jauh sekali. Dalam gedung tertutup, asap dari satu ruangan bisa bergerak ke ruangan lain lewat saluran udara. Dalam ruangan tertutup dan dalam kendaraan, asap rokok pasti terhisap oleh semua orang di dalamnya. Merokok di tempat macam itu jelas membahayakan orang lain, jangan dilakukan.
  3. Sebagaimana bread winner yang gagah perkasa, di luar rumah berjuang sampai kotor, berdarah-darah dan berjelaga itu biasa... Tapi sarang suci kita, istana kita, tetap bersih, nyaman dan sehat untuk ditinggali orang tercinta. Karena itulah, jika tinggal serumah bersama orang lain, jagalah agar rumah selalu bebas dari asap rokok. Pastikan hanya merokok di luar rumah, jauh dari jendela, pintu dan saluran masuk udara.
Mengaplikasikan tiga tips tersebut akan membuat kita jadi perokok sejati yang mampu mengendalikan diri sendiri. Perokok jantan yang bikin nyaman karena selalu peduli dengan keamanan dan kesehatan orang-orang di sekitarnya.

Selamat menjadi perokok yang keren :)



- - - - - - - - -
Sumber Referensi: hc-sc.gc.ca

29 Oktober 2011

Tentang "Use It or Lose It" itu

Use it or lose it. Gunakanlah atau kau akan kehilangan.

Hukum nan klise itu berlaku atas segala yang "hidup".

Jika otot-otot manusia tak pernah dipakai, maka otak akan mulai "melupakan" pemeliharaannya. Nutrisi dan berbagai sumber daya yang tersedia akan dialokasikan ke organ lain yang lebih sering dipakai. Akhirnya otot yang jarang dipakai akan mengendur, menyusut. Pelan tapi pasti akan mengalami penurunan kemampuan.

Buktikan sendiri, beberapa minggu saja lengan seksi anda tidak dipakai, bentuknya akan mulai mengendur, jadi mirip seperti milik ibu-ibu pengajian. Sebulan tak sit up, perut akan mengendur, mungkin ditambah menggendud ke segala arah. Nasib yang sama juga menimpa otot-otot yang berurusan dengan aktivitas seksual, setelah puluhan tahun tak pernah digunakan. Hmm... Memikirkan yang satu itu malah membuat saya teringat plus berimajinasi yang bukan-bukan pada para perawan tua dan perjaka uzur yang hidupnya begitu suci hingga jangankan latihan bersama pacar, berswalayan pun tak berani.

Tak hanya otot yang materil. Iman yang ada di wilayah imajiner juga begitu. Agar senantiasa mampu setia dalam meyakini sesuatu tanpa bukti, kita perlu secara rutin dan repetitif melakukan doktrinasi terhadap diri sendiri. Sekian kali setiap hari, kita ulangi berbagai afirmasi yang dapat memelihara dan menyegarkan iman kita. Alpa menunaikannya akan mengakibatkan iman memudar. Apalagi jika logika kita terus berkembang. Tinggal menghitung waktu sebelum iman pergi dan meninggalkan kita hidup hanya mengandalkan akal. Amit-amit kan?

Skill. Kelihaian kita dalam melakukan sesuatu. Itupun jika lama tak digunakan bakal terlupakan. Seorang sembalap motor jejadian, jika terlalu lama tak menunggang motor, mungkin karena nyaman berkereta atau bermobil, saat kembali bermotor akan merasa kaku. Saat menyalip atau mengatasi ban slip akibat rem mendadak tak mungkin selincah saat masih sering naik motor.

Dan ini dia yang paling relevan: "Otot" untuk ngeblog juga pastinya senasib.

Semangat update, kreativitas, kelihaian menyiasati benwit hingga kemampuan mengubah pikiran menjadi tulisan, semua itu juga mirip otot yang jika lama ditelantarkan bakal mengendur. Makanya itu saya buat tulisan ini, hehe. Supaya tidak terlalu pudar. Semoga saja posting ini juga mampu mengintimidasi saya agar lebih rajin menulis..


Jadi, apanya sampeyan yang sudah lama tak dipakai?